RSS
Hello! Welcome to this blog. You can replace this welcome note thru Layout->Edit Html. Hope you like this nice template converted from wordpress to blogger.

Berbagai Jenis Kamera Lomo


berbagai jenis kamera lomo









Coolpix P500

Tanggal 9 Februari 2011 nanti di Jepang akan ada pameran tahunan bernama CP (Camera and Photoimaging Show) yang diyakini akan menjadi ajang peluncuran produk kamera baru khususnya dari dua kubu elit yaitu Canon dan Nikon. Penasaran kira-kira produk unggulan apa yang bakal diluncurkan nanti? Bagaimana kalau DSLR penerus EOS 1000D, mau? Atau apa jadinya kalau Nikon ikut membuat kamera saku berlensa cepat seperti Lumix LX5 dan Olympus XZ-1? Meski tidak jadi jaminan, tapi rumor yang beredar lumayan kencang kalau itu semua bisa saja terjadi. Tertarik?

Canon

Tanda tanya terbesar saya di kelompok DSLR (ter)murah dari Canon adalah : apakah Canon akan membuat penerus dari EOS 1000D? Kalau saja ini benar terjadi, rumor beredar memprediksi kalau di ajang CP+ ini nanti akan hadir sang penerus yang bakal diberi nama EOS 1100D. Wooow, seperti apa kira-kira fiturnya? Inilah prediksi dari Canon rumor
  • sensor 12 MP
  • HD Video
  • 9 titik AF
  • ISO 100-6400
  • prosesor Digic IV
  • ada pilihan warna merah
Tanda tanya kedua saya adalah : apakah Canon masih ingin melanjutkan tradisi EOS Rebel sejak dulu yang konsisten diperbarui dengan penamaan kelipatan 50? Misal EOS 350D lalu 400D, lalu 450D, disusul 500D dan terakhir 550D. Rasanya 99,9% kemungkinan Canon akan membuat 600D (yang dirumorkan juga akan hadir di ajang CP+ nanti) yang entah bakal menyempurnakan apanya lagi dari 550D (dari 500D ke 550D saja Canon seperti sudah kebingungan mau melakukan upgrade apa). Tapi prediksi Canon Rumor mengatakan kalau perbedaan EOS 600D dengan pendahulunya hanyalah dalam urusan  layar LCD Vari-Angle 3 inci saja  (layar yang bisa dilipat seperti pada EOS 60). Terlalu..

Nikon

Bagaimana dengan Nikon? Statistik membuktikan kalau sejak 2006 setiap Februari Nikon selalu membuat pengumuman peluncuran produk baru. Tapi saat ini Nikon tengah menikmati masa keemasan dengan mengandalkan penjualan duo DSLR anyar mereka yaitu D3100 untuk pemula dan D7000 untuk kelas menengah. Lalu apa yang akan diperkenalkan bulan depan? Kemungkinan besar adalah lensa DSLR dan kamera Coolpix. Ah ya, Coolpix selalu mendapat catatan negatif dan menuai banyak kritik karena kalah bersaing dalam kualitas dan variasi produk dibanding merk pesaing. Tapi kali ini ada dua rumor Coolpix yang bakal jadi berita besar bila benar terjadi. Apa sajakah itu?
Yang pertama adalah Coolpix mungil dengan lensa 24-100mm f/1.8 yang dengan mudah ditebak adalah bakal pesaing Canon S95, Lumix LX-5 ataupun Olympus XZ-1 sebagai kamera saku kelas elit berlensa cepat. Semoga Coolpix ini dilengkapi juga dengan flash hot shoe yang bakal mendukung TTL dengan berbagai flash Nikon. Kedua adalah Coolpix super zoom (dan benar-benar super zoooom) dengan 36x zoom optik !! Prediksinya si ‘teropong bintang’ ini akan punya nama Coolpix P500 yang berlensa Nikkor ED VR 22.5-810mm (sangat wide dan sangat tele, super…). Bahkan kabarnya P500 akan memiliki ring di lensa yang bisa dipakai untuk melakukan zooming, sebuah tren yang dulu diciptakan oleh Canon dengan Powershot S90.
Bagaimana dengan kelanjutan DSLR full frame penerus D700 atau kepastian apakah Nikon akan positif membuat kamera mirrorless? Tunggu jawabannya di bulan Maret-April 2011 ini :)

Kamera saku tahun 2011 kini pakai sensor 16 MP

Tahun 2011 sudah datang. Prediksi saya menjadi kenyataan, kamera digital akan kehilangan arah dalam melakukan upgrade dan akan memaksakan resolusi sensor di luar batas kewajaran. Alhasil lahirlah kamera-kamera baru dengan sensor beresolusi ’gila’ yaitu 16 mega piksel (hampir 3x lipat resolusi kamera Nikon D40 saya). Apakah ini kabar baik atau buruk? Bagi saya ini kabar buruk karena noise yang dihasilkan akan semakin tinggi dan belum lagi besarnya ukuran foto akan merepotkan saat sekedar melihat di komputer atau melakukan olah digital. Tapi apa mau dikata, bila anda penasaran mengenali kamera saku baru dengan sensor 16 MP, inilah diantaranya :

Canon Powershot A3300 IS



  • F2.8-5.9, 5X optical zoom lens, equivalent to 28 – 140 mm
  • Optical image stabilization
  • 3-inch LCD display
  • Even more stylish body, comes in black, blue, pink, red, and silver
  • Records videos at 1280 x 720
  • Lithium-ion rechargeable battery
  • Priced at $179

Casio Exilim EX H-30



  • F3.0-5.9, 12.5X optical zoom lens, equivalent to 24 – 300 mm
  • Sensor-shift image stabilization
  • 3-inch LCD display with 460,800 pixels
  • Full manual controls, plus Premium Auto mode
  • Slide Panorama feature creates 240 degree panoramic photos by panning the camera
  • Records videos at 1280 x 720 (24 fps) with use of optical zoom
  • Unknown amount of built-in memory + SD/SDHC/SDXC slot
  • Uses NP-130 li-ion battery, 1000 shots per charge
  • Available in silver, black, red, and gold
  • Ships in March for $249

Panasonic Lumix FH5



  • F3.1-6.5, 4X optical zoom lens, equivalent to 28 – 112 mm
  • Optical image stabilization
  • Venus Engine VI image processor
  • 2.7″ LCD display with 230,000 pixels
  • Intelligent Auto mode
  • Records movies at 1280 x 720 (24 fps) with sound
  • 70MB onboard memory + SD/SDHC/SDXC slot
  • Uses lithium-ion battery, 260 shots per charge
  • Comes in silver, black, violet, and gold

Fuji FinePix JX350



  • F2.6-6.2, 5X optical zoom lens, equivalent to 28 – 140 mm
  • 2.7″ LCD display with 230,000 pixels
  • Metal body
  • Point-and-shoot operation with SR Auto mode
  • Face detection w/auto redeye removal, plus smile and blink detection
  • 3-shot Motion Panorama feature
  • Records movies at 1280 x 720 (30 fps) with sound
  • SD/SDHC card slot
  • Uses NP-45A li-ion battery; 180 shots per charge
  • Ships in February for $159

Sony Cybershot DSC-H70



  • F3.5-5.5, 10X optical zoom Sony G lens, equivalent to 25 – 250 mm
  • Optical image stabilization
  • 3-inch LCD display with 230,000 pixels
  • Limited manual controls + iAuto mode
  • Standard Sweep Panorama mode
  • Records movies at 1280 x 720 (30 fps) with sound
  • HDMI output
  • SD/SDHC/SDXC + MS Pro Duo card slot
  • Uses NP-BG1 lithium-ion battery
  • Available in black, red, blue, and silver
  • Ships in March for $230
Begitulah, kamera saku tahun ini tampaknya akan dimeriahkan oleh kamera bersensor 16 MP. Kabar baiknya, kamera masa kini semakin murah (semoga hasil fotonya tidak semakin jelek) dan fiturnya sudah semakin mewah. Bayangkan, kelima kamera saku diatas memiliki rentang harga antara 150-250 USD, tapi sudah memiliki fitur seperti HD movie, Image stabilizer (kecuali Fuji JX350) dan lensa wideangle. Kamera mahal seperti Casio EX-H30 bahkan memiliki lensa 24mm, sementara Sony DSC-H70 berlensa 25mm. Catatan khusus yang perlu diamati, kebanyakan kamera saku generasi sekarang memiliki bukaan maksimal yang kecil, seperti f/3.0 bahkan f/3.5 untuk wide dan f/5.5 bahkan hingga sangat kecil di f/6.5 untuk posisi tele. Untuk itu sebuah kredit saya acungkan pada Canon A3300 IS yang masih menggunakan lensa yang berguna yaitu 28-140mm f/2.8-5.9 yang jauh lebih baik daripada yang dimiliki Lumix FH5 yaitu Leica 28-112mm f/3.1-6.5. Apalagi harganya masih wajar yaitu sekitar 1,6 jutaan sehingga bakal menjadi kamera rekomendasi saya di tahun 2011 ini.
Mengapa begitu banyak orang yang dengan antusias menantikan kehadiran kamera DSLR baru dari Nikon, yang dirumorkan akan bernama D90? Apakah banjir kamera Nikon baru yang terjadi tahun ini masih belum mencukupi? Ada D60, lalu D300, dan terakhir D700, mengapa masih banyak yang menantikan D90?
Dalam dunia SLR, Nikon sudah lama terkenal akan kualitasnya, baik untuk kameranya maupun jajaran lensanya. Baik dalam membuat DSLR entry-level ataupun DSLR profesional, Nikon berhasil menjaga konsistensi dalam hal ergonomi dan desain yang baik, kinerja yang tinggi dan hasil foto yang memuaskan. Salah satu kamera DSLR Nikon yang amat populer di kalangan fotografer adalah Nikon D80, sebuah kamera kelas menengah yang berkinerja tinggi dan harga terjangkau. Hingga kini keberadaan Nikon D80 masih mampu bersaing dengan kamera DSLR lain yang lebih modern, kecuali tentu tidak untuk bersaing dalam hal fitur baru seperti live-view
Apabila N (pengganti D40) ditargetkan sebagai DSLR entry-level, sementara Nikon D300 (pengganti D200) ditargetkan sebagai DSLR semi-profesional, lantas dimanakah posisi Nikon D80? Agak sulit tampaknya, karena D80 bisa digolongkan dalam kelas entry-level maupun semi-pro. Maka itu prediksi yang berkembang menyatakan kalau D80 tidak akan ada penerusnya, tidak D90 ataupun D lainnya. Inilah yang membuat banyak pecinta Nikon yang merasa sedih saat menyadari kemungkinan akan punahnya seri D80 yang populer ini.
Nikon D60 sendiri sebagai DSLR entry-level punya (banyak) keterbatasan, dalam hal ini keterbatasan yang ada cukup serius sehingga para fotografer yang sudah cukup mahir tidak bersedia memilikinya. Katakanlah, keterbatasan pilihan lensa yang bisa auto fokus di D60, hingga keterbatasan titik AF yang cuma ada tiga titik. Di lain pihak, untuk memakai D300 justru kendala utama yang dihadapi banyak orang adalah masalah harga. Di kelas DX, siapa sih yang tidak menginginkan Nikon D300? Tapi untuk lebih realistis, adakah kamera lain yang kinerjanya mendekati D300 tapi harganya mendekati D60, atau kamera menengah yang bisa diandalkan namun tetap terjangkau? Ya, jawabannya adalah Nikon D80, namun mengingat D80 ini sudah cukup ‘tua’, tentu harapan akan kamera menengah dari Nikon tertumpu di D90 nanti apabila benar ada.
Bisa jadi, inilah alasan kenapa banyak sekali pihak yang antusias akan hadirnya Nikon D90 :
  • mereka perlu kamera DSLR Nikon yang terkenal akan kualitasnya dan jajaran lensanya yang lengkap
  • mereka perlu kamera DSLR kelas menengah yang mampu mengimbangi peningkatan kemampuan/skill fotografi mereka
  • mereka tidak ingin membeli D300 (apalagi D700) yang harganya masih mahal
  • mereka mengagumi kualitas Nikon D80 namun menyayangkan ketiadaan fitur live-view
Kabar baik soal apakah Nikon akan membuat D90 atau tidak perlahan akhirnya terungkap. Secara beruntun, banyak berita dan blog yang mengabarkan bahwa Nikon D90 akan segera keluar. Terakhir, dalam daftar inventori penjualan kamera ‘Circuit City’ sudah ditemui adanya produk Nikon D90 plus lensa kit baru (18-105mm VR) yang dijual seharga USD 1299. Kabar ini kontan saja membuat heboh dimana-mana karena Nikon sendiri dalam siaran persnya (hingga saat blog ini dibuat) belum mengumumkan secara resmi adanya Nikon D90. Bisa jadi Nikon sengaja menahan informasi ini hingga even akbar Photokina digelar September mendatang.
Oke, katakanlah kemungkinan 99% Nikon D90 ini nanti akan benar-benar diluncurkan. Lantas apa yang menjadi kekuatan utamanya? Pasar DSLR sudah amat sesak, berbagai fitur baru terus saja bermunculan. Nikon D90 sebagai DSLR kelas menengah semestinya harus tetap mempertahankan nilai plus yang ada di D80, sambil mengikuti tren fitur modern yang menyertai DSLR masa kini seperti teknologi live-view (yang sementara ini hanya bisa ditemui pada Nikon D300 keatas). Dengan harga sekitar 13 jutaan, tentu D90 nanti akan jadi pesaing berat bagi Canon 40D, Pentax K20D, Olympus E3 dan Sony A700.
Sebagai penutup, seperti biasa, izinkan saya meramal sedikit mengenai spesifikasi Nikon D90 ini :
  • Sensor CMOS APS-C dengan 12 MP
  • lensa kit baru 18-105mm DX VR
  • layar LCD 3 inci dengan live-view
  • movie mode
  • 11 titik AF
  • geotagging dengan built-in GPS
  • ISO 200-3200 (plus boost up to 6400)
  • penta-prism viewfinder
  • 4.5 fps continuous shooting
  • weather sealed body, tapi tidak berbahan magnesium alloy
  • anti debu pada sensornya
  • Expeed engine, Active-D lighting
  • 1/250s flash sync speed, shutter life up to 100.000 cycles
  • SD/SDHC card
Tentu saja semua ini hanya prediksi saya, tapi yang jelas spesifikasi yang dibuat Nikon untuk D90 nantinya tidak akan lebih rendah dari D80, namun juga tidak akan melampaui D300. Sementara fitur movie bila benar-benar terwujud, akan menjadi sejarah baru DSLR pertama di dunia yang bisa merekam video. Cool…
Update : Nikon D90 akhirnya benar-benar diluncurkan pada 27 Agustus 2008.

Tips merawat kamera DSLR



Tips perawatan kamera di bawah ini tidak hanya berlaku pada kamera DSLR, tapi dapat diaplikasikan pada semua jenis kamera :

1 . Merawat bodi kamera.
Bersihkan bagian luar bodi kamera dengan kain yang lembut, gunakan blower untuk menyingkirkan debu yang menempel di sudut-sudut. Pembersihan bagian dalam dimulai dengan menggunakan blower, lalu blower brush untuk kotoran yang membandel, me-lock up mirror ke atas jika ingin memblower bagian sensor. Saya tidak merekomendasikan anda untuk membersihkan sendiri jika ada kotoran yang membandel di bagian sensor kamera karena sensor adalah bagian yang sangat sensitif.

2. Merawat lensa.
Jangan menyentuh bagian optis lensa dengan jari, pasang selalu filter pelindungnya atau gunakan lens hood. Pasang selalu tutup lensa jika tidak sedang digunakan untuk mengurangi resiko debu menempel. Jika ingin membersihkan lensa, gunakan blower terlebih dahulu, lalu lens brush, baru lens cloth jika ada bekas jari yang menempel.

3. Merawat batere.
Jangan mencharge batere secara berlebihan, segera cabut jika sudah penuh. Lepaskan batere dari dalam kamera jika sedang tidak digunakan, usahakan agar hanya memakai batere original.

4 . Merawat kartu memori.
Biasakan untuk menyimpan kartu memori di dalam casingnya agar terhindar dari debu, terpapar benda bermedan magnet dan memperpanjang umur kartu memori.

5 . Penyimpanan kamera.
Jika memiliki dana lebih dapat dipertimbangkan untuk memiliki drybox yang menggunakan alat pengatur kelembaban sebagai tempat penyimpanan kamera atau cara hemat seperti saya, simpan kamera di dalam plastik ber-clip yang diberi silica gel, simpan di tempat kering dan jauhi benda-benda bermagnet.

Dengan cara seperti ini mudah-mudahan peralatan fotografi anda bisa lebih awet dan berumur panjang.

Nikon D3000 : Kamera DSLR Pilihan Bagi fotographer Pemula

     Kamera DSLR Nikon D3000. Sejak diluncurkan nikon pada akhir tahun 2008 , kamera ini cukup menarik perhatian karena harga yang ditawarkan cukup murah dibandingkan kamera DSLR buatan nikon sejenis. Bagi fotographer pemula kemabli yang menjadi  titik berat adalah kemampuan kamera dalam membidik objek. Terlebih lagi bagi pemula tentunya ingin belajar cara menggunakan kamera , membidik objek dengan baik dan benar.
     Secara dimensi Nikon D3000 D-SLR berukuran 126 x 94 x 64 mm. Bobotnya tergolong cukup berat yaitu sebesar 620g (tanpa baterai). Walaupun cukup berat kamera sekelasnya namun Nikon D3000 ini masih cukup nyaman digenggam. Grip yang juga berfungsi sebagai tempat baterai memberikan pegangan yang cukup besar sementara area kosong di baliknya pun cukup lapang untuk tumpuan ibu jari. Hasilnya, kamera tak jadi gampang terpeleset saat dioperasikan. Tombol-tombol ditata rapi di sebelah kanan layar dan di berbagai tempat yang mudah dijangkau oleh jari.Dalam kemapuan membidik objek Nikon D3000 cukup bisa diandalkan karena dilengkapi dengan sensor berkapasitas 10.2 megapixel. Sistem fokus bekerja dengan cepat dan akurat bahkan di hampir semua kondisi pencahayaan.
Nikon D3000 dilengkapi kemampuan membidik objek dalam format JPEG dan RAW. Dalam mode JPEG kamera ini sanggup mengambil dua gambar dalam satu detik sementara bila menggunakan mode continuous maka tiga gambar dapat diambil dalam waktu satu detik. Kemampuan ini akan menurun saat menggunakan mode RAW. Tentu saja penurunan kecepatan ini ada gunanya. Menggunakan format RAW jelas hasil bidikan akan lebih berkualitas karena tak ada kompresi pada saat file diproses. Hasil bidikannya sangat tajam dengan exposure yang sempurna. Warna alam pun dapat direproduksi dengan sangat baik dan tak ada gejala penyimpangan warna.
Penilaian saya pribadi kamera ini cukup baik dari segi performa dan dalam kemampuan membidik objek. Trusted Reviews bahkan memberikan nilai 8 dari 10 untuk kamera yang terbuat dari plastik dan kerangka logam ini. Berdasarkan survey tertanggal 3 Mei 2010 di beberapa pusat elektronik di Bandung, kamera ini di banderol seharga 5-6 jutaan. (Mbe)
Spesifikasi (Sumber Majalah Chip) :
Sensor : 18-55mm f/3.5-5.6G 10.2 megapixel DX-format CCD sensor
Lensa : Nikon Zoom Lens
Zoom : By Lens
Viewfinder : Optical TTL, 95% coverage
LCD Monitor : TFT (230.000 pixel) 3 inci
Maximum Aperture : By Lens
ISO Range : 100-1600 (expand to Hi-1 setting of ISO 3200)
Storage Media : SD card, SDHC card
File Format : JPEG, RAW
Interfaces : USB 2.0, Video output (PAL/ NTSC)
Dimensi : 126 x 94 x 64 mm

10 Kamera SLR digital terbaik




Nikon D90 Jika dalam artikel sebelumnya ditulis tentang kamera saku digital terbaik, maka artikel kali ini adalah tentang 10 kamera SLR digital terbaik.
Bagi sebagian orang yang benar-benar ingin terjun di dunia fotografi tentu tidak akan cukup hanya dengan bermodalkan kamera saku digital saja. Orang-orang seperti itu membutuhkan kamera yang lebih lengkap fiturnya dan lebih bagus hasil jepretannya, sehingga bagi mereka tidak akan ada masalah jika harus mengeluarkan uang lebih banyak karena uang yang dikeluarkan akan sebanding dengan hasil yang didapatkan. Dan itu bisa didapatkan dari sebuah kamera SLR digital.
Sekilas tentang kamera SLR digital:

1. Nikon D90
Max. Megapixels: 12.3 Megapixels
Optical Zoom: 6X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 105
Berat (ons): 40.5
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 88
Harga: Rp 10,700,000 (Body) dan Rp 13,700,000 (Kit)
Kesimpulan: Tipe D90 ini memiliki nilai tinggi dalam menghasilkan gambar yang sangat bagus dan desain yang mengagumkan


2. Canon EOS 50D
Max. Megapixels: 15.1 Megapixels
Optical Zoom: 11X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 200
Berat (ons): 50.6
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 87
Harga: Rp 10,550,000 (Body) dan Rp 14,400,000 (Kit/17-85IS)
Kesimpulan: Meskipun tipe ini bukanlah tipe yang mesti diupgrade dari tipe 40D namun ada beberapa fitur baru yang ditambahkan didalamnya

3. Canon EOS Rebel XSI SLR (hanya body)
Max. Megapixels: 12.2 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 25.8
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 86
Harga: $559.00 - $825.95
Kesimpulan: Tipe Rebel Xsi memberikan kemampuan jangkau yang cukup kuat namun anda mungkin perlu mengeluarkan uang lebih banyak dibanding pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh pengguna pemula

4. Canon EOS 40D
Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 4.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 28
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 135
Berat (ons): 48.8
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 8,900,000 (Body) dan Rp 13,200,000 (Kit/17-85IS)
Kesimpulan: Sebuah kamera dengan fitur lengkap sekaligus hasil gambar yang memuaskan. Hasil foto akan terlihat seperti seorang profesional

5. Sony Alpha DSLR-A300
Max. Megapixels: 10.2 Megapixels
Optical Zoom: 3.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 70
Berat (ons): 32.8
Slot Media: CompactFlash, Memory Stick
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 6,320,000 (Kit) dan Rp 8,600,000 (Doublekit)
Kesimpulan: Layar LCD yang mudah diatur dan real time, desain cukup baik, mudah digunakan sekaligus ekonomis

6. Olympus Evolt E-510 Black Digital Camera Kit
Max. Megapixels: 10 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 28
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 84
Berat (ons): 26.7
Slot Media: CompactFlash, xd-Picture Card
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: $449.00 - $569.99
Kesimpulan: Tipe ini menawarkan banyak tambahan fitur walaupun harganya tergolong tidak terlalu mahal, meskipun beberapa fungsi akan sulit untuk diakses

7. Olympus E3
Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 5X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 24
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 120
Berat (ons): 52.6
Slot Media: CompactFlash, xd-Picture Card
Nilai dari PCWorld: 84
Harga: $1235.00 - $1399.99
Kesimpulan: Kamera yang besar, berat dan terlihat kokoh ini memiliki kontrol tingkat mahir dan dapat autofocus dengan cepat

8. Canon EOS Rebel XS
Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 28
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 4,500,000 (Kit) dan Rp 5,450,000 (Doublekit)
Kesimpulan: Tipe ini merupakan kamera SLR digital yang cocok digunakan untuk pemula, karena mudah digunakan sekaligus harganya tidak terlalu menguras kantong

9. Pentax K20D
Max. Megapixels: 14.6 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 36.5
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 13,990,000 (Kit)
Kesimpulan: Meskipun tipe ini cukup baik namun fitur autofocusnya yang lambat akan membuat anda frustasi

10. Nikon D60
Max. Megapixels: 10.2 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 28.8
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 83
Harga: Rp 5,150,000 (Body) dan Rp 6,500,000 (Kit/18-55VR ditambah 4G)
Kesimpulan: Kamera ini walaupun menghasilkan foto yang memuaskan, namun sedikit sekali penambahan fitur dibanding D40x

Rio jajal mobil F-1

Rio Haryanto (Questnet Team Qi-Meritus)

VIVAnews - Kesuksesan Rio Haryanto menduduki peringkat lima klasemen akhir seri GP3 mendatangkan hadiah manis. Rio mendapatkan kesempatan ujicoba mobil F1 milik Virgin.

Meski hanya berada di posisi 23 pada race kedua GP3 Italia di Sirkuit Monza, Minggu 12 September 2010, Rio sukses meraih podium ketiga di race pertama di Monza.

Hasil itu membuat Rio mengakhiri GP3 musim 2010 di peringkat kelima dan menjadi pembalap tersukses Manor Racing musim ini dengan 27 poin. Padahal pembalap 17 tahun ini hanya menargetkan peringkat 15 besar di awal musim.

Sukses itu membuat pembalap kelahiran Solo, 22 Januari 1993 ini mendapat kado istimewa dari Virgin. Sejak awal tim F1 ini menjanjikan tes menggunakan mobil VR-01 kepada pembalap dengan peringkat tertinggi di Manor Racing.

Rio akan melakukan tes dengan mobil yang digunakan Timo Glock dan Lucas di Grassi di ajang F1 musim ini usai seri terakhir F1 di GP Abu Dhabi, 14 November 2010.

Alat Bikin Kopi Ala Ferrari


Gambar
Jakarta - Jenuh menonton balapan Formula 1, bisa sedikit disegarkan dengan minum kopi di sore hari. Apalagi, kalau alat pembuat kopinya tidak jauh-jauh dari tema otomotif, dijamin bakal seru.

Itulah yang coba ditawarkan oleh Ferrari dengan menghadirkan alat pembuat kopi berbentuk helm racing berlogo Ferrari. dibuat oleh desainer ternama Yanko Design.

Seperti dilansir situs perancang Yanko Design, Kamis (12/8/2010) pembuat kopi berbentuk helm balap ini dinamakan Nespresso, dengan desain tampilan yang benar-benar menggoda para pecinta otomotif.

Pertama, tuangkan air melalui ventilasi udara yang terdapat di bagian atas kepala helm. Kemudian, tuangkan kopi bubuk melalui bagian belakang helm yang seperti tutup tangki bensin.

Setelah itu, buka kaca visornya, silahkan taruh mug kopi Anda, dan biarkan kopi tertuang kedalamnya hanya dengan sebuah tombol, sebagaimana alat pembuat kopi lainnya.

Anda nikmati. Hmm...

iseng !!haha


Toy story3. Bagaimana Pixar selalu melakukannya? Merilis sebuah film animasi setiap tahunnya yang selalu berhasil mendapatkan klaim universal dari para penggemarnya dan berbagai tanggapan positif dari seluruh kritikus film dunia. Dan hal ini tidak hanya sekali maupun dua kali dilakukan oleh anak perusahaan Walt Disney Pictures ini. Mereka telah melakukannya sebanyak sepuluh kali pada sepuluh film layar lebar yang telah mereka rilis semenjak tahun 1995. Tanpa noda. Tanpa cela. Bagaimana mereka melakukannya?
Untuk mengawali dekade baru, Pixar memulai petualangan mereka dengan memberikan semacam kisah penutup dari film yang telah memulai kisah kesuksesan studio tersebut 15 tahun silam, Toy Story. Dengan dana pembuatan sebesar US$30 juta, film inilah yang mengawali kekaguman dunia pada dunia animasi komputer yang tentu saja dipelopori oleh Pixar. Seperti yang diketahui semua orang, film tersebut meledak ke pasaran, memicu lahirnya banyak film-film animasi komputer lainnya serta sebuah sekuel, Toy Story 2 — yang dibuat dengan dana US$90 juta serta juga meraup kesuksesan besar — dan dirilis pada tahun 1999.
Sempat mengalami ketegangan hubungan dengan induk perusahaannya, namun berhasil menyelesaikannya, Pixar kemudian mengumumkan pada tahun 2007 bahwa mereka akan melanjutkan petualangan Woody dan teman-temannya dalam seri Toy Story dalam sebuah sekuel kedua yang akan dirilis dengan judul Toy Story 3. Dan kini, tepat 11 tahun setelah sekuel pertamanya dirilis, sekumpulan mainan yang telah menjadi favorit penduduk dunia ini kembali untuk menghadapi tantangan terbesar dalam persahabatan mereka: menemukan fakta bahwa pemilik mereka, Andy, telah tumbuh dewasa dan siap untuk meninggalkan koleksi mainannya.
Seperti yang sering ditekankan Woody (Tom Hanks) pada Buzz Lightyear (Tim Allen) dan kumpulan teman-teman mainannya, adalah suatu hal yang alami dan wajar bila suatu saat Andy (John Morris) tumbuh dewasa dan meninggalkan mereka. Namun, tentu saja tak satupun diantara mereka yang akan menyangka bahwa mereka akan benar-benar menghadapi masa ketika Andy berusia 17 tahun dan siap untuk meninggalkan rumahnya untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku perkuliahan.
Beberapa hari menjelang kepergiannya, Andy akhirnya memutuskan hanya akan membawa Woody untuk menemaninya di asrama universitas. Sementara itu, koleksi mainanyang lain akan ia simpan di loteng atas rumahnya. Sialnya, sang ibu (Laurie Metcalf) malah menyangka bahwa kumpulan mainan tersebut adalah kumpulan mainan yang akan dibuang oleh Andy. Terpisah dari teman-temannya, Woody akhirnya harus berjuang untuk menemukan teman-teman terbaiknya dan mengembalikan mereka pada Andy, sebelum ia berangkat ke asrama universitas.
Walau kursi penyutradaraan Toy Story 3 tidak lagi ditempati oleh John Lasseter, yang kali ini hanya bertindak sebagai produser eksekutif dan menyerahkan jabatan sutradara pada asisten sutradaranya ketika mengarahkan Toy Story 2, Lee Unkrich, para penggemar serial Toy Story sepertinya tidak perlu khawatir kalau film ini akan kehilangan banyak sentuhan terbaiknya. Sama sekali tidak ada yang berubah di Toy Story 3. Woody, Buzz, Jessie dan seluruh mainan yang ada di film ini masih merupakan boneka yang sama seperti yang pernah penonton lihat pada dua serial sebelumnya. Yang berubah disini adalah Andy, sang karakter manusia, yang beranjak dewasa… dan Anda, sebagai penonton film ini.
Penulis naskah, Michael Arndt, yang merupakan seorang pemenang Academy Award di kategori Best Original Screenplay atas naskah yang ia tulis untuk film Little Miss Sunshine, sepertinya tahu banyak akan ikatan emosional yang telah terjalin antara film ini dengan penontonnya selama ini. Karenanya, ia menempatkan penonton pada posisi sebagai Andy, yang tumbuh dewasa dan harus meninggalkan seluruh kenangan dan kesenangan masa kecilnya, termasuk koleksi mainannya yang telah menemaninya selama ini, untuk kemudian melanjutkan kehidupannya. Dan hal ini berhasil! Jika pada film pertama dan kedua karakter Andy sepertinya tidak terlalu dilibatkan dalam jalan cerita, maka kali ini justru karakter Andy-lah yang menjadi kunci emosi utama dalam film ini, karena Arndt dengan cerdas berhasil menempatkan penonton sebagai karakter Andy di dalam jalan cerita.
Bagi mereka yang mengaku belum pernah mengikuti Toy Story sebelumnya, sutradara Lee Unkrich berhasil menyelipkan sebuah rangkuman kecil mengenai hubungan akrab Andy dan mainannya selama ini dalam bentuk adegan rekaman video Andy yang sedang bermain dengan seluruh mainannya. Berjalan singkat, namun cukup berhasil memberikan uraian singkat mengapa para karakter mainan ini begitu berarti bagi Andy.
Selain jalan cerita dengan alur emosional yang kuat, seperti film-film Disney dan Pixar sebelumnya, Toy Story 3 juga memberikan kisah petualangan yang cukup seru untuk karakter-karakternya. Ditambah dengan visualisasi ala Pixar, yang sepertinya telah menjadi jaminan bahwa tata visual sebuah film akan memberikan tampilan yang sangat memuaskan, serta tata suara yang sangat sesuai, kisah petualangan tersebut menjadi lebih nyata dan menjadi bagian hiburan tersendiri dari keseluruhan tampilan Toy Story 3 yang coba ditambilkan oleh Unkrich.
Seperti halnya Up, yang mendapatkan dorongan emosionalnya dari iringan musik yang disusun oleh komposer Michael Giacchino, Toy Story 3 juga memiliki Randy Newman, komposer yang telah menyusun iringan musik bagi serial ini semenjak awal. Pada Toy Story 3, Newman lagi-lagi mampu melakukannya dengan sangat baik. Iringan musiknya membuat setiap adegan menjadi memiliki nilai lebih: mendebarkan ketika adegan action, romantis ketika adegan bernuansa poercintaan serta (sangat) menyedihkan dalam adegan yang sangat menyentuh. Newman memberikan tambahan kehidupan bagi jalan cerita Toy Story.
Semua hal ini dirangkum dengan sangat baik oleh sutradara Lee Unkrich. Lewat tangan Unkrich, harus diakui bahwa jalan cerita Toy Story 3 berjalan lebih cepat dari dua seri berikutnya, namun tetap mempertahankan keeratan komposisi plot yang membuat tidak ada satupun bagian dalam jalan cerita film ini yang akan membosankan bagi penontonnya. Unkrich juga mampu membuat perkenalan penonton dengan para karakter baru — yang berjumlah cukup banyak itu — berjalan dengan lancar, dan membuat karakter-karakter baru tersebut seperti telah lama menjadi bagian dari keluarga besar mainan Toy Story.
Jadi, apakah penonton telah menemukan bagaimana Pixar mampu mempertahankan kesuksesan mereka? Mungkin sudah. Di atas seluruh penampilan visual yang dramatis dan tidak perlu diragukan tersebut, Pixar selalu lebih mengutamakan hati dan ikatan emosional yang akan terjalin antara sebuah film dengan para penontonnya. Hal ini yang seringkali dilupkan oleh para pembuat film Hollywood. Tak terkecuali untuk Toy Story 3, yang merupakan sebuah perpaduan yang apik antara drama, komedi, action dan romansa, Pixar kembali membuat sebuah standar baru mengenai bagaimana film seharusnya dibuat. Standar yang entah bagaimana, berhasil melewati standar tinggi yang telah mereka buat pada film sebelumnya.
Penuh dengan filosofi hidup yang dalam, layaknya Wall-E dan Up, Toy Story 3 memiliki tingkat bersenang-senang yang lebih banyak daripada kedua film tersebut, dan mengingatkan akan film-film Pixar di era awalnya. Yang jelas, Pixar akan membuat Anda sedikit kesusahan untuk membayangkan bahwa Anda tidak akan lagi menyimak petualangan Woody dan teman-temannya di masa yang akan datang, sama seperti Anda tidak akan dapat membayangkan berpisah dari sahabat-sahabat baik Anda. Toy Story 3 adalah sebuah bagian penutup yang sangat, sangat sempurna untuk sebuah trilogi cerita yang telah membuka pintu kesuksesan bagi Pixar.
Rating: 5 / 5
Toy Story 3 (Pixar Animation Studios/Walt Disney Pictures, 2010)
Toy Story 3 (2010)
Directed by Lee Unkrich Produced by Darla K. Anderson Written by Michael Arndt Starring Tom Hanks,  Tim Allen, Joan Cusack, Ned Beatty, Don Rickles, Michael Keaton, Wallace Shawn, John Ratzenberger, Estelle Harris, John Morris, Jodi Benson, Emily Hahn, Laurie Metcalf, Blake Clark, Teddy Newton, Bud Luckey, Beatrice Miller, Javier Fernandez-Peña, Timothy Dalton, Lori Alan, Kristen Schaal, Jeff Garlin, Bonnie Hunt, John Cygan, Jeff Pidgeon, Whoopi Goldberg, Jack Angel, R. Lee Ermey, Jan Rabson, Richard Kind, Charlie Bright, Amber Kroner, Brianna Maiwand, Jack Willis Music by Randy Newman Editing by Ken Schretzmann Studio Pixar Animation Studios Distributed by Walt Disney Pictures Running time 103 minutes Country United States Language English, Spanish
 Biography 
OWL CITY
In the state of Minnesota lies a small town called Owatonna with roughly twenty-two thousand inhabitants. Within that city is a quiet road with a modest house. In that house there's an unkempt basement with no windows. Within those confines you'll find Adam Young of Owl City hard at work on his electronic and melodically infectious music of simple and singular beauty. Inside this "cave," as Adam likes to describe it, he has begun to quickly win over a large audience thirsty for something genuine, something sublime. The same adjectives could easily describe Owl City's first official CD - Ocean Eyes - poised for a mid-summer release.
Being an only child in a small town, and having no musicians in his immediate family, Adam is hard pressed to say how it all started. Explaining that he always had a "push" to be creative, Adam picked up his first guitar in junior high school. Growing up in a "sheltered bubble" and being one of the more shy kids around the neighborhood, Adam seemed compelled to lend his time and creative ideas to music. "I've always been the shy guy, I don't see that changing, but I definitely feel a lot more comfortable than I anticipated. I can hide behind the music."
While his music continues to win followers all over the world, Adam does indeed hide behind his music, not going by his real name (See: Badly Drawn Boy and Dashboard Confessional); but going by the moniker Owl City. Adam was searching more for a mood when coming up with a title for his sound, rather than something easily identifiable. He goes on to explain that most of the artists that catch his eye have something unique about their name, something that lingers.
So one has to ask: how did this Owl City phenomenon begin? How does a young artist writing songs underneath his garage, acoustic foam and books everywhere, reach an audience of millions? "I'm still trying to figure it out," Adam laughs. "Back in June of 2007 it kind of started on a whim. My parents were away for the weekend, and wanting to be loud and make some noise and whatever, I began writing versions of what became my first, self released digital EP - Of June. I put it up on MySpace the following month and didn't tell anyone."
Word of mouth began to spread for Adam's music, with demands coming from various parts of the country for an album. Maybe I'm Dreaming, released digitally in March of 2008, was Owl City's full-length debut. The album has garnered great critical praise and is a clear representation of Owl City's progression as an artist. Adam has become a phenomenon on MySpace with more than 7 million profile views and 40 million plays, which is outstanding in such a short span of time. It's clear that Owl City is making a colossal impact on the music scene.
What might be swirling through his head after such a quick and sudden start at stardom? "The biggest thing I was concerned-slash-worried about was the live performance - never having played a show as ‘Owl City.' There was a lot of apprehension." Adam's concern, about being a one-man wizard on the keyboard, "hunched over a computer," was put to the test recently with his first gig. Most, if not all, of his fears were quickly put to rest as Adam played to a sold out show in Minneapolis. "It was surreal," Adam says "to have people buying your t-shirts, singing the words - louder than I was; it felt so good." And Adam will be hearing a lot more people singing his words as he tours with his band throughout North America with gigs lined up through this fall and beyond.
As listeners on MySpace climb into the tens of millions, Owl City gets set to release his latest creation, Ocean Eyes. Loaded with amazing loops, catchy pick-ups, and lyrics that soothe the mind and touch the heart, Adam Young has once again created a lush listening experience. Owl City's trademark desire to escape in dreams, oceans and sky abound on this, his first official CD, in songs such as "Cave In" and "Umbrella Beach." Adam also continues to display a terrific wit uncommon in most electronic based music in such songs as the clap infused, bouncy "Dental Care" (a humorous metaphor on smiling) and "Fireflies." Given the official compact disc treatment, previously released fan favorite "Hello Seattle" gives the great Northwest its' due with an ode to highlands, parking lots, Puget Sound and albatross. With glorious vocal harmonies ("The Saltwater Room") and touching odes to love lost ("Vanilla Twilight") Adam has dug more deeply on Ocean Eyes lyrically and musically than ever before.
Owl City's future is as exciting, expansive and mellifluous as its music. Adam's main focus will be getting more comfortable on stage, and satisfying a fan base that is growing and always eagerly anticipating new material. "I've loved every minute of it so far, and I'm looking forward to what's going to happen next." So are we.


OWL CITY

 

Pop Music from Insomnia:

What is a 20 year old with insomnia to do in his unwanted early morning waking hours? If you are Adam Young, you start putting together songs with a computer and keyboards in your parents basement. That's where the story of Owl City begins. In a basement in Owatonna, Minnesota in 2007, Adam Young put together some songs, recorded them and posted them to MySpace calling himself Owl City. The songs soon took off and Owl City ended up with a viral hit, the song "Hello Seattle."

Adam Young's First Released Recordings as Owl City:

Owl City's first official release was a self-released EP titled Of June in 2007. It includes the song "Hello Seattle." In 2008 a full length album appeared titled Maybe I'm Dreaming. It was again self-released and built Owl City's fan following further. The style of music is melodic synthpop with often dreamy, fanciful lyrics.

Owl City's 'Ocean Eyes' Breakthrough:

Owl City's first major label album Ocean Eyes was released digitally in July 2009 by Universal Republic. The first single "Fireflies" was chosen as the iTunes single of the week, and it generated intense interest in the album. Ocean Eyes featured guest vocals from Relient K's Matt Thiessen on four songs. It reached #27 on the Billboard Top 200 album chart and "Fireflies" began climbing the Billboard Hot 100. By October 2009 "Fireflies" was a top 10 smash.

Side Projects:

Adam Young maintains a number of side projects. They include the ambient sounds of Port Blue, a trio called Windsor Airlift, the experimental music of Insect Airport, and the ocean inspired Seagull Orchestra. Adam Young frequently acknowledges the inspiration of his Christian faith provides for all of his music.

Mobil F1 Pertama Michael Schumacher Dijual Rp 18,6 Miliar


Gambar

Frankfurt - Bagi Anda para penggila balapan Formula 1 (F1) khususnya juara dunia 7 kali, Michael Schumacher sepertinya harus melirik mobil F1 yang satu ini. Ini adalah mobil F1 yang digunakan Schumacher ketika pertama kali merebut juara dunia di tahun 1994 dan akan segera dijual.

Mobil dari tim Benetton yang memiliki kode B194-8 ini pernah membawa Schumacher ketika tampil sebagai juara dunia pertama kali di tahun 1994 silam di Adelaide, Australia.

Mobil balap prototipe ini sekarang masih dalam kondisi sangat prima dan
karenanya si pemilik yang berada di Frankfurt, Jerman dengan berani membanderol mobil ini dengan harga yang cukup gila yakni 1,5 juta euro atau sekitar Rp 18,6 miliar.

Harga segitu menurut sang pemilik yang menaruh mobil ini di situs jual beli mobil Jamestlist dianggap layak karena memiliki kondisi prima dengan mesin V8 asli Ford-Crossworth Zetec R yang memiliki kapasitas 3,5 liter. Apalagi motor ini menggendong nama besar Schumacher yang hingga saat ini masih dianggap sebagai pembalap F1 terbesar yang pernah ada.

Sebelumnya, di Jameslist juga pernah terpajang sebuah mobil pribadi Schumacher yakni EB 110 berkelir kuning yang merupakan salah satu mobil sport pribadi milik Schumacher.

10 Kecelakaan Formula 1 Yang Paling Terkenal

Inilah 10 dari sekian banyak kematian dalam sejarah Formula 1 yang membentuk keamanan Formula 1 seperti sekarang ini.
10) Lorenzo Bandini (1935-1967), driver Italia, meninggal di GP Monako 1967. Setelah hilang kontrol atas mobilnya di sebuah chicane, ban belakang mobilnya mengenai pembatas jalan dan membuat mobil Bandini berputar-putar sampai menabrak sebuah tiang dan berbalik. Tiang tersebut jatuh dan menembus tangki bahan bakar, sehingga terjadilah kebakaran yang sekaligus membuat Bandini terperangkap. Mobil selanjutnya meledak karena uap panas dari pipa pembuangan gas bahan bakar. Bandini mengalami luka bakar hebat dan dirawat di rumah sakit setempat selama 3 hari, sebelum akhirnya meninggal pada 10 Mei 1967.
9) Roger Williamson (1948-1973), driver Inggris, meninggal di GP Belanda 1973. Setelah salah satu ban mobilnya mendadak kehilangan tekanan dan kempis, Williamson menabrak sebuah tembok pembatas dengan kecepatan tinggi dan terseret sejauh 275 meter. Mobil berakhir dalam posisi terbalik dan tangki bahan bakarnya pun mulai terbakar. Seorang pembalap lain, David Purley (1945-1985) menghentikan mobilnya dengan sukarela dan berusaha membantu Williamson keluar dari mobilnya; namun usahanya juga gagal karena posisi mobil yang terbalik. Celakanya para marshal menduga justru mobil Purley yang mengalami kecelakaan. Begitu mengetahui kondisi yang sebenarnya, marshal pemadam api tidak berhasil pula menolong Williamson. Mobil pemadam yang lebih besar baru datang hampir 10 menit kemudian, di mana Williamson sudah lebih dulu tewas akibat asfiksia.
8) Helmuth Koinigg (1948-1974), driver Austria, meninggal di GP Amerika Serikat 1974. Kematian akibat pemasangan logam pembatas Armco yang tidak tepat. Setelah mengalami gagal suspensi di daerah tikungan lambat, mobilnya menabrak tembok pembatas Armco dengan posisi kepala Koinigg membentur tembok terlebih dahulu. Kecepatan mobilnya rendah namun karena Armco yang tidak terpasang dengan baik (ujungnya yang tajam masih terlihat!), logam pembatas yang tajam itu pun mencederai leher Koinigg sampai kepalanya terpenggal (!!!).
7) Tom Pryce (1949-1977), driver Wales, meninggal di GP Afrika Selatan 1977. Kematian paling aneh di sirkuit F1 dari tinjauan sebab: tertimpa tangki pemadam api seberat 20 kg! Adalah Renzo Zorzi yang baru saja mengalami kecelakaan; akibat pengukur bahan bakarnya rusak. Ia memarkir mobilnya di sisi kiri trek lurus. Zorzi kesulitan keluar dari mobil karena gagal melepaskan pipa oksigen dari helmnya; namun bagian belakang mobilnya sudah mengeluarkan api. Ini membuat Zorzi membutuhkan bantuan 2 orang marshal dari seberang trek untuk memadamkan api dari mobilnya. Dua marshal itu pun menyeberang trek yang sedang dilalui mobil F1 tanpa izin (!). Marshal pertama lolos. Namun marshal kedua, Fredrik Jansen van Vuuren (19 tahun) – yang membawa tangki pemadam api seberat 20 kg – tertabrak oleh mobil Pryce (dengan kecepatan 270 km/jam). Pryce menabrak van Vuuren karena pandangannya terhalang oleh mobil Hans-Joachim Stuck (yang hampir menabrak van Vuuren juga, namun berhasil menghindar di detik terakhir). Van Vuuren terlempar ke udara, dengan tubuh hancur (sampai tidak dapat dikenali), dan tewas seketika. Sedangkan Pryce, yang mendadak tertimpa tangki pemadam, tewas seketika karena benda berat itu hampir memutuskan kepalanya (!!). Ia pun terlempar keluar dari mobil. Mobil Pryce masih berjalan tanpa driver sejauh beberapa ratus meter.
6) Ronnie Peterson (1944-1978), driver Swedia, meninggal di rumah sakit setelah kecelakaan GP Italia 1978. Peterson baru saja mengalami kecelakaan tabrakan beruntun di belokan pertama GP Italia 1978, yang melibatkan 9 pembalap lainnya. Ia hanya mengalami cedera tungkai; yang relatif “ringan” jika dibandingkan dengan Vittorio Brambilla yang mengalami koma akibat kepalanya tertimpa ban “terbang”. Peterson dilarikan ke rumah sakit Milan untuk diperiksa. Ternyata ia mengalami beberapa patah tulang di tungkainya. Ia pun dijadwalkan untuk dioperasi keesokan paginya. Namun sebelum pagi tiba, Peterson mengalami emboli lemak yang bersumber dari daerah patah tulang di tungkainya; dan meninggal Senin (11 September) pagi.
5) Gilles Villeneuve (1950-1982), driver Kanada, meninggal di kualifikasi GP Belgia 1982. Dalam pertandingan, ia bertemu mobil lambat di jalur kiri. Mobil Jochen Mass. Mereka pun mengalami miskomunikasi: Mass yang mengira Villeneuve akan mencatat waktu, bermaksud membiarkannya lewat dengan bergerak ke kanan. Villeneuve yang berniat mendahului Mass (yang tadinya ada di jalur kiri) segera membelokkan mobil ke kanan. Mereka bertabrakan di jalur kanan. Mobil Villeneuve, yang berada di belakang, terbang ke udara dan mendarat (hidung lebih dulu) dengan kecepatan 225 km/jam. Villeneuve masih terseret sejauh 50 meter ke arah pagar kait di pinggir trek; di mana lalu ia tersangkut dan mengalami patah leher. Ia langsung dibawa ke rumah sakit St.Raphael University, dan sempat dipertahankan hidup selama beberapa jam sebelum akhirnya meninggal sekitar pukul 9 malam waktu setempat.
4) Riccardo Paletti (1958-1982), driver Italia, meninggal di GP Kanada 1982. Ia baru saja melakukan start GP-nya yang kedua. Karena gangguan koordinasi marshal, lampu kuning tidak dihidupkan setelah Didier Pironi (lagi-lagi!) stalled on grid saat start. Paletti terlambat merespons dan hidung mobilnya menabrak bagian belakang mobil Pironi. Ia mengalami benturan di dada dan tidak sadarkan diri. Mobil Paletti selanjutnya mengalami kebakaran, dan ia pun mengalami asfiksia akibat asap karena terperangkap dalam mobil (sampai para marshals pun butuh setengah jam untuk mengeluarkan Paletti). Ia meninggal setibanya di rumah sakit Royal Victoria di Montreal; 2 hari sebelum ultahnya yang ke-24.
3) Elio De Angelis (1958-1986), driver Italia, meninggal dalam uji coba mobil di sirkuit Paul Ricard, Le Castellet, Prancis usai GP Monako 1986. Mobil De Angelis mengalami kebakaran setelah tabrakan, dengan kondisi downforce mendadak hilang akibat lepasnya sayap belakang mobil. Ia hanya mengalami luka bakar ringan dan patah tulang selangka, namun De Angelis tidak dapat keluar dari mobilnya. Apalagi di sirkuit yang bersangkutan hampir tidak ada marshal yang bersiap di tempat. Marshal baru datang 30 menit kemudian dengan helikopter (!!!!), dan melarikan De Angelis ke rumah sakit Marseille. Ia pun meninggal di sana 29 jam kemudian.
2) Roland Ratzenberger (1960-1994), driver Austria, meninggal di kualifikasi GP San Marino 1994. Ratzenberger yang baru saja membalap 1 kali di F1, mengalami kerusakan sayap depan mobil di putaran kualifikasi sebelumnya. Akibat kecepatan yang tinggi, ditambah tekanan angin, sayap depan tersebut patah dan tersangkut di bawah mobilnya. Mobil Ratzenberger pun tidak dapat membelok dan membentur tembok solid dengan kecepatan 315 km/jam. Setelah tabrakan, mobil berputar-putar kembali ke trek, dan terlihat jelas bahwa Ratzenberger mengalami patah leher yang langsung menewaskannya di tempat.
Dan yang paling akhir plus paling heboh dan misterius….
1) Ayrton Senna da Silva (1960-1994), driver Brazil, meninggal di GP San Marino 1994. Juara dunia 3 kali ini start dari pole position. Sesaat setelah start, Pedro Lamy dan Jyrki Jarvilehto mengalami tabrakan yang mengakibatkan keluarnya safety car. Safety car keluar selama 5 putaran. Pada 2 putaran berikutnya, mobil Senna terlihat understeer dan keluar jalur mendadak di tikungan Tamburello, dengan kecepatan 310 km/jam, lalu menghantam tembok solid. Sebab kematian Senna yang sebenarnya masih misterius. Senna disebutkan mengalami luka tembus akibat patahan suspensi yang menembus helm dan bagian depan tengkoraknya. Ironisnya video yang merekam momen tabrakan sepanjang 1.5 detik ternyata hilang. Damon Hill, rekan setim Senna di Williams pada tahun 1994; bersikeras bahwa Senna telah melakukan kesalahan biasa, namun fatal. Sebagian penggemar berat Senna menduga ada konspirasi yang bertujuan membunuh pembalap berusia 34 tahun tersebut. Banyak juga yang memperdebatkan apakah Senna meninggal spontan atau di rumah sakit, karena ia tidak dinyatakan meninggal di trek. Pernah juga dilaporkan bahwa video itu ternyata ada dan memperlihatkan Senna “melepas” setir seusai mobilnya melintir (namun video ini pun dipertanyakan keasliannya). Bagaimanapun kejadian sebenarnya, tragedi ini telah mengubah pandangan FIA terhadap keselamatan di lingkup Formula 1.

 Kimi Räikkönen

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Kimi Räikkönen
Kimi Räikkönen Bulgaria 2010.jpg
Räikkönen at the 2010 Rally Bulgaria
World Rally Championship record
Nationality  Finnish
Active years 2009–present
Teams ICE 1 Racing
Rallies 13
Championships 0
Rally wins 0
Podiums 0
Stage wins 1
Total points 25
First rally 2009 Rally Finland




Last rally 2010 Rally GB
Kimi-Matias Räikkönen (Finnish pronunciation: [ˈkimi ˈmɑtiɑs ˈræikːønen]; born 17 October 1979 in Espoo), nicknamed Iceman, and occasionally described as "the fastest driver on the planet", is a Finnish World Rally Championship and former Formula One driver. After nine seasons racing in Formula One, in which he took the 2007 Formula One World Drivers' Championship, he now competes in the World Rally Championship for the ICE 1 Racing.
Räikkönen entered Formula One as a regular driver for Sauber-Petronas in 2001. Having previously only raced in very junior open-wheel categories, he was given his Super Licence from the Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) after a performance delivery promise by his team boss, Peter Sauber. He joined McLaren Mercedes in 2002, and became a title contender by finishing runner-up in the 2003 and 2005 championships to Michael Schumacher and Fernando Alonso, respectively. Räikkönen's 2003 and 2005 seasons were plagued by severe unreliability from his McLaren car, resulting in many pundits speculating that without the problems, he would have already been World Champion.
Switching to Ferrari in 2007, Räikkönen became the highest paid driver in motor sport with an estimated wage of $51 million per year. In turn his move to Ferrari saw him secure his first Formula One World Drivers' Championship, beating McLaren drivers Lewis Hamilton and Fernando Alonso by one point, as well as becoming one of the very few drivers to win in their first season at Ferrari. After two more years in the sport, he left the Ferrari F1 team to drive a Citroën C4 for the Citroën Junior Team in the World Rally Championship for 2010.
Räikkönen is known to be very relaxed, calm, cool, and calculating in his everyday life as well as in his racing career—prompting the nickname "Iceman", which Räikkönen has tattooed on the underside of his left forearm and which is also subtly written on the side of his current helmet design. His other nicknames include Kimppa, Räikkä and Kimster (used by his mechanics).
In 2008, Räikkönen was among the two Formula One drivers who made it into the Forbes magazine's The Celebrity 100 list, the other being Fernando Alonso. He is 36th on Forbes magazine's The Celebrity 100 list of 2008, and 41st on the previous year. On the same list, as of 2008, he is listed as the 26th highest paid celebrity overall and the 5th highest paid sportsman behind Tiger Woods, David Beckham, Michael Jordan and Phil Mickelson. In 2009, Räikkönen was listed as the equal 2nd highest paid athlete in the world, behind Woods.
 
Copyright 2009 note that there is below!. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy